RiauPro.com, Kuansing – Sebuah video yang menampilkan ikan mati di aliran Sungai Singingi beredar luas dan memicu dugaan adanya pencemaran akibat kebocoran limbah dari salah satu pabrik di wilayah tersebut, yakni PT Sinergi Inti Makmur (PT SIM). Namun, pihak perusahaan membantah tegas tudingan tersebut. Senin (26/05)
Dalam pernyataannya kepada media, Humas PT SIM, Ihel, menyatakan bahwa kabar tersebut tidak berdasar.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah terjadi kebocoran limbah dari pabrik mereka.
“Limbah kami tidak mengalami kebocoran, bahkan sejak awal operasional kami sudah mengantisipasi segala kemungkinan. Seandainya memang terjadi kebocoran, seharusnya Sungai Batang Lembu yang terkena dampak pertama, bukan Sungai Singingi,” jelas Ihel.
Ia pun menyoroti kejanggalan dalam isu yang beredar. “Kalau benar kolam limbah bocor, mestinya Sungai Batang Lembu yang lebih dulu tercemar. Tapi faktanya, tidak ada satu pun ikan yang mati di sungai itu. Mengapa justru ikan mati ditemukan di Sungai Singingi dan Singingi Hilir?” tambahnya heran.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuantan Singingi juga sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Tim DLH telah mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium.
Sementara itu, salah seorang warga, Budi, mengatakan hal senada.
“Benar, tidak ada ikan mati di sepanjang aliran Sungai Muara Lembu. Kondisi air juga normal, tidak berubah,” ujarnya.
Dalam pengecekan lapangan tersebut turut hadir Camat Singingi Safarman, perwakilan Polsek, serta dua orang niniak mamak dari Muara Lembu, salah satunya Anto Jake yang mewakili Datuk dari Kuantan.







