PEKANBARU, RIAUPRO.COM – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan pendampingan kepada guru-guru SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru dalam mengoptimalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan mengembangkan produk pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan STEAM.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 24 dan 26 Agustus 2026, tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi pendidik, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembelajaran di era industri.

Program pendampingan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program DRTPM skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab untuk mendukung proses pembelajaran.
Dalam kegiatan ini, para guru diperkenalkan pada berbagai bentuk pemanfaatan AI dalam pendidikan, mulai dari membantu menyusun ide pembelajaran, mengembangkan materi ajar dan modul, merancang media pembelajaran, hingga mendukung proses evaluasi peserta didik.
Pendekatan Hands-on Learning
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan hands-on learning, sehingga para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan pemanfaatan berbagai perangkat AI dalam merancang pembelajaran.
Pada tahap awal, peserta diajak mengeksplorasi berbagai teknologi AI yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan guru. Selanjutnya, kegiatan diarahkan pada penerapan AI dalam penyusunan modul ajar yang lebih sistematis serta pengembangan ide pembelajaran yang inovatif.

Selain pemanfaatan AI, tim dosen UMRI juga memberikan pendampingan dalam mengintegrasikan model Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong guru dan siswa menghasilkan karya maupun produk farmasi yang tidak hanya sesuai dengan tujuan pembelajaran, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri vokasi.
Praktik Pembuatan Produk Farmasi
Pada pelaksanaan kegiatan 26 Agustus 2026, pendampingan lebih difokuskan pada praktik langsung. Para guru SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru diberi kesempatan untuk menerapkan strategi pemanfaatan AI mulai dari tahap perumusan ide, perencanaan pembelajaran, hingga implementasinya dalam pengembangan produk pembelajaran.
Kegiatan praktik juga melibatkan siswa dalam proses pembuatan produk farmasi berbasis PjBL-STEAM. Melalui kegiatan tersebut, guru dan siswa didorong untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta keterampilan pemecahan masalah.
Salah seorang guru peserta kegiatan menyampaikan bahwa pemanfaatan AI memberikan peluang yang besar bagi pendidik untuk meningkatkan kreativitas dalam merancang pembelajaran.
“Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran memberikan peluang besar bagi guru untuk meningkatkan kreativitas dalam merancang proses belajar mengajar maupun pembuatan produk pembelajaran. Namun, penggunaan teknologi ini tetap membutuhkan pemahaman yang tepat agar memberikan manfaat optimal bagi peserta didik,” ujarnya.
Melalui kegiatan pendampingan ini, tim dosen UMRI berharap kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya AI, semakin meningkat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru.
Kolaborasi antara UMRI dan SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru juga diharapkan terus berkembang melalui berbagai program inovasi dan pendampingan lanjutan, sehingga mampu mendorong terciptanya pembelajaran vokasi yang adaptif, kreatif, berbasis teknologi, serta semakin dekat dengan kebutuhan dunia industri.***






