RIAUPRO.COM, SITUBONDO — Peringatan Harhubnas ke-55 menjadi momentum strategis bagi Bupati Situbondo dalam mengakselerasi pengembangan infrastruktur maritim daerah, khususnya kawasan bersejarah Panarukan serta pembukaan rute Jangkar-Buleleng Bali guna memperkuat konektivitas laut antarpulau. Langkah ini diproyeksikan mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi dan mobilitas logistik di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Pemerintah Kabupaten Situbondo menilai revitalisasi sektor perhubungan udara, darat, dan laut merupakan instrumen vital dalam membuka isolasi ekonomi serta memaksimalkan potensi daerah. Keberadaan Pelabuhan Panarukan yang memiliki nilai historis tinggi dinilai prospektif untuk dihidupkan kembali sebagai simpul perdagangan dan logistik regional.
Penguatan Jalur Logistik Maritim dan Pembukaan Rute Penyeberangan Baru
Dalam pernyataannya, Bupati Situbondo Yusuf Rio menegaskan bahwa optimalisasi Pelabuhan Jangkar sebagai koridor penghubung menuju kawasan Buleleng, Bali utara, akan memberikan alternatif moda transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Langkah ini sekaligus mengurai beban arus penyeberangan di jalur konvensional Ketapang-Gilimanuk.
“Pengembangan Pelabuhan Panarukan dan integrasi rute dari Pelabuhan Jangkar ke Buleleng, Bali, adalah langkah konkret untuk memperluas jangkauan rantai pasok dan pariwisata. Kita ingin Situbondo tidak sekadar menjadi titik lintas, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim baru,” ujar, Yusuf Rio Bupati Situbondo. Jum’at 18 September 2026.
Pengaktifan trayek anyar ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh distribusi komoditas unggulan daerah, seperti hasil perikanan, pertanian, dan peternakan, langsung menuju pasar Bali tanpa hambatan kemacetan darat.
Sinergi Lintas Sektor Demi Penguatan Infrastruktur Perhubungan Daerah
Guna merealisasikan agenda strategis tersebut, Pemkab Situbondo terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bali. Dukungan regulasi, penganggaran, hingga penyiapan sarana pendukung keselamatan pelayaran kini tengah dimatangkan secara terpadu.
Momen Hari Perhubungan Nasional ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi seluruh jajaran dinas perhubungan dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan standar pelayanan publik di sektor transportasi. Dengan konektivitas yang makin solid antar-wilayah, Situbondo optimistis mampu menggaet investasi berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.



















