Menu

Mode Gelap
URC TIM RAGA Satreskrim Polres Rohil Bongkar Sindikat Pencurian Hiolo Antar Kabupaten, Empat Tersangka Diamankan Program Ketahanan Pangan di Ujung Tanjung, Polsek Tanah Putih Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Masyarakat Tionghoa Beri Karangan Bunga, Apresiasi Polres Rohil Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Hiolo Cek Pertumbuhan Jagung Pipil Program Asta Cita Presiden RI Dukung Ketahanan Pangan Nasional Polsek Bagan Sinembah Gelar KRYD, Wujudkan Suasana Aman dan Bersh dari Gangguan Kamtibmas Sambut 1 Muharam 1448 H, Bupati Asmar Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial Jaga Persatuan

Pekanbaru

Filosofis Nilai Budaya Tradisional: Makanan Sedap Bolu Kemojo Sebagai Khas Masyarakat Riau

badge-check


					Filosofis Nilai Budaya Tradisional: Makanan Sedap Bolu Kemojo Sebagai Khas Masyarakat Riau Perbesar

PEKANBARU, PRORIAU.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau promosikan Bolu Kemojo makanan tradisional khas Riau yang lezat dan kaya akan makna filosofis.

Lebih dari sekadar kudapan manis, Bolu Kemojo merepresentasikan nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Riau yang kuat dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya tradisional khususnya masyarakat Riau. Agar tetap terjaga dan dilestarikan oleh masyarakat sekita, Senin (26/06/2025).

Laura Putri Girsang mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya dan makna yang terkandung dalam makanan tradisional yaitu Bolu Kemojo kepada generasi muda yaitu remaja Masjid Al- Amilin Sukajadi.

“Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya dan makanan tradisional Riau tentunya,”terang Laura.

Laura menyebut dalam sosialisasi tersebut, para mahasiswa memaparkan sejarah, makna, bahkan hingga cara pembuatan dari Bolu Kemojo itu sendiri, sebuah makanan yang menjadi ikon budaya masyarakat riau selama puluhan tahun.

“Di sini kami benar- benar memperkenalkan tentang kearifan lokal itu dengan menyampaikan materi dan kami juga membuka sesi diskusi, ” ujarnya

“Para anak-anak remaja sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini untuk lebih belajar dan mengenal budaya lokal ini agar tetap melestarikan makanan khas ini, karena sudah jarang sekali kita temui makanan ini di sekitar daerah kita,” tambahnya.

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah kewarganegaraan FH- UMRI, Ilham Hudi, S.Pd., M.Pd menjelaskan Mahasiswa tersebut melakukan kegiatan sosialisasi kearifan lokal ini agar budaya lokal tetap ada dan dilestarikan oleh generasi muda yaitu remaja Masjid Al- Amilin Sukajadi, hal ini juga tidak lepas untuk tetap mengedukasi mereka dapat lebih mengenal kearifan lokal yang berada di Riau terutama makanan khas Bolu Kemojo.

“Sosialisasi ini juga diharapkan agar budaya lokal yang khususnya di Riau tidak tertinggal oleh zaman yang terus berkembang pesat, ini sebagai bentuk untuk menjaga kelestarian budaya kita yang makin hari makin menghilang, sebagai bentuk untuk kita mengingat dan membangkitkan bahwa budaya lokal itu tetap ada apalagi melalui makanan khas yaitu Bolu Kemojo, ” Pungkasnya

Melalui proses pembuatannya yang melibatkan keluarga dan komunitas, Bolu Kemojo menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong. Rasa manis dan tekstur yang lembut juga menggambarkan keramahan dan kehangatan masyarakat Riau.

Sebagai ikon khas Riau, Bolu Kemojo menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai acara adat dan perayaan. Dari upacara pernikahan hingga acara hari raya, Bolu Kemojo selalu hadir sebagai simbol kegembiraan dan kebersamaan.

Melalui Bolu Kemojo, kita dapat memahami nilai-nilai budaya tradisional Riau yang menekankan pentingnya kebersamaan, keramahan, dan kehangatan. Oleh karena itu, pelestarian dan promosi Bolu Kemojo sebagai ikon khas Riau perlu terus dilakukan untuk melestarikan warisan budaya yang berharga ini.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanda Tangan Dipalsukan di SKGR, DPR RI Minta Polda Riau Batalkan SP3 Kasus Warga Rohil

10 Juni 2026 - 10:51 WIB

Workshop Tari Zapin Rakyat: Menjaga Tradisi untuk Generasi Z di Sabak Auh

9 Juni 2026 - 22:24 WIB

Lampu Mati Masyarakat Disuruh Jangan Panik, Masyarakat Tidak Bayar KWH Dicabut: “Negara Apa Geng Preman yang Punya?

22 Mei 2026 - 23:59 WIB

Merasa Dikibuli Arman Lingga, Ketua IKKS Pelalawan Syariful Adnan Meradang

16 Mei 2026 - 11:31 WIB

Ditipu Arman Lingga Mentah-Mentah, Munas Pembentukan PB IKKS Gagal Digelar di Hotel Primer Pekanbaru

16 Mei 2026 - 09:26 WIB

Trending di Pekanbaru