PEKANBARU, RIAUPRO.COM – Persoalan asrama mahasiswa Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menjadi sorotan. Sekretaris Umum Ikatan Pemuda Mahasiswa Kuantan Singingi (IPMAKUS), Deki Irawan, mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing dalam merealisasikan pembangunan asrama mahasiswa yang selama ini menjadi harapan mahasiswa asal Kuansing. Minggu (02/08/2026).
Deki menilai, keberadaan asrama mahasiswa bukan sekadar persoalan tempat tinggal, melainkan bagian dari bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap generasi muda Kuansing yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kapan asrama mahasiswa Kuansing dibangun? Ini yang terus menjadi pertanyaan mahasiswa. Jangan sampai persoalan ini hanya berhenti pada janji dan wacana tanpa kejelasan realisasi,” tegas Deki.
Menurutnya, mahasiswa Kuansing yang berada di perantauan membutuhkan fasilitas yang dapat menjadi ruang bersama, sekaligus menjadi tempat membangun solidaritas, berdiskusi, dan mengembangkan berbagai kegiatan akademik maupun organisasi.
Deki mengatakan, Pemkab Kuansing seharusnya memberikan kejelasan kepada mahasiswa mengenai sejauh mana progres pembangunan asrama tersebut. Jika memang sudah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah, mahasiswa berhak mengetahui tahapan dan target realisasinya secara terbuka.
“Mahasiswa tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin ada kepastian. Kalau memang program pembangunan asrama mahasiswa sudah direncanakan, sampaikan kepada kami kapan dimulai dan kapan ditargetkan selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga bagaimana pemerintah memberikan ruang dan fasilitas bagi generasi muda untuk berkembang.
“Jangan sampai mahasiswa Kuansing hanya diminta untuk berprestasi dan membawa nama baik daerah, tetapi ketika berbicara tentang fasilitas penunjang pendidikan, justru tidak ada kepastian,” katanya.
Deki juga meminta Pemkab Kuansing tidak menganggap persoalan asrama mahasiswa sebagai isu yang muncul sesaat. Menurutnya, kebutuhan tersebut merupakan aspirasi yang sudah lama disuarakan dan perlu mendapatkan jawaban konkret dari pemerintah.
“Kalau memang belum bisa dibangun tahun ini, sampaikan apa kendalanya. Kalau sudah dianggarkan, jelaskan progresnya. Mahasiswa membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Ia berharap Pemkab Kuansing segera membuka komunikasi dengan mahasiswa dan organisasi mahasiswa Kuansing untuk membahas secara transparan rencana pembangunan asrama tersebut.
“Pertanyaan kami sederhana: kapan asrama mahasiswa Kuansing dibangun? Kami menunggu jawaban yang jelas dari Pemkab Kuansing,” pungkas Deki.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pemkab Kuansing terkait tanggapan atas desakan Sekum IPMAKUS tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai status perencanaan, penganggaran, maupun target pembangunan asrama mahasiswa Kuansing.***







