Menu

Mode Gelap
Workshop Tari Zapin Rakyat: Menjaga Tradisi untuk Generasi Z di Sabak Auh Intensif Pantau Pertumbuhan Jagung, Polsek Bagan Sinembah Wujud Nyata Dukungan Dengan Program Ketapang Nasional Vidio Viral!! Seorang Pria Todongkan Air Soft Gun Ke Pengendara Lain, Satreskrim Polres Rohil Ungkap Kasus Sambut Kepulangan 110 Jamaah Haji Sekda Sudandri tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan Desa Banglas Barat Target Kampung Iklim Utama, Bimtek Jadi Langkah Awal Sosialisasi Bahaya Narkoba, Kapolsek Berikan Edukasi pada Pelajar SMK N 1 Simpang Kanan

Pekanbaru

Workshop Tari Zapin Rakyat: Menjaga Tradisi untuk Generasi Z di Sabak Auh

badge-check


					Workshop Tari Zapin Rakyat: Menjaga Tradisi untuk Generasi Z di Sabak Auh Perbesar

PEKANBARU, RIAUPRO.COM – Upaya pelestarian budaya Melayu terus dilakukan melalui kegiatan Workshop Tari Zapin Rakyat yang digelar pada 5–7 Juni 2026 di SMAN 1 Sabak Auh, Kabupaten Siak. Kegiatan ini mengusung tema “Menjaga Tradisi untuk Generasi Z” sebagai bentuk komitmen memperkenalkan kembali warisan budaya daerah kepada generasi muda. Selasa (09/06/2026).

Workshop tersebut menghadirkan maestro Zapin Rakyat Kecamatan Sabak Auh, Nurdin atau yang akrab disapa Tok Nong, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program penerima Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026 dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kepulauan Riau yang dilaksanakan oleh Izadri, S.Pd., Gr.

Dalam pemaparannya, Tok Nong menjelaskan bahwa Zapin Rakyat merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Siak yang memiliki karakteristik berbeda dengan Zapin Istana. Perbedaan tersebut terlihat dari ragam gerak, gaya pembawaan, hingga musik pengiring yang berkembang sesuai dengan kearifan lokal masing-masing wilayah.

Menurut Izadri, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda terhadap Zapin Rakyat. Padahal, Tari Zapin Siak telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak tahun 2019. Namun, perkembangan zaman dan minimnya ruang edukasi budaya membuat sebagian generasi muda mulai jauh dari tradisi yang menjadi identitas daerah tersebut.

“Workshop ini menjadi jembatan untuk mempertemukan warisan budaya dengan semangat generasi muda. Kami ingin Zapin Rakyat tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan menginspirasi masa depan,” ujarnya.

Selain memperkenalkan sejarah dan filosofi Tari Zapin Rakyat, peserta juga mendapatkan pelatihan praktik gerak tari secara langsung. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa dan tenaga pendidik mengenai konsep, nilai budaya, serta teknik dasar Tari Zapin Rakyat.

Melalui workshop ini, penyelenggara menargetkan tiga tujuan utama, yaitu memperkenalkan dan memberikan edukasi mengenai Tari Zapin Rakyat kepada generasi muda, mengangkat kembali tradisi Zapin Rakyat sebagai warisan budaya yang layak mendapatkan perhatian lebih luas, serta meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam memahami dan mengajarkan kesenian tradisional secara konseptual dan akademis.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Tari Zapin Rakyat Sabak Auh dapat terus lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Siak, sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lampu Mati Masyarakat Disuruh Jangan Panik, Masyarakat Tidak Bayar KWH Dicabut: “Negara Apa Geng Preman yang Punya?

22 Mei 2026 - 23:59 WIB

Merasa Dikibuli Arman Lingga, Ketua IKKS Pelalawan Syariful Adnan Meradang

16 Mei 2026 - 11:31 WIB

Ditipu Arman Lingga Mentah-Mentah, Munas Pembentukan PB IKKS Gagal Digelar di Hotel Primer Pekanbaru

16 Mei 2026 - 09:26 WIB

Diki Saputra Sebut Ketua IKKS Provinsi Halangi Pembentukan PB IKKS, M. Fikri: “Perkecil Mulut, Isi Otak”

16 Mei 2026 - 01:19 WIB

39 Jembatan Desa Rampung Dibangun, Kapolda Riau: Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Masyarakat

14 Mei 2026 - 22:25 WIB

Trending di Hukrim