PEKANBARU, RIAU – Dunia permusikan dan kebudayaan Riau patut berbangga. Muhamad Fauzan, seorang praktisi dan pemerhati budaya dari Pekanbaru, secara resmi diundang menjadi salah satu pembicara utama dalam perhelatan bergengsi.
“Ipoh Music Symposium (IMS) ke-8”, yang akan berlangsung di Ipoh, Perak, Malaysia Oktober 2026.
Pencapaian ini menempatkan nama Muhamad Fauzan di jajaran tokoh budaya dari 3 negara (Malaysia, Indonesia, Singapura) yang akan memberikan kontribusi pemikiran pada simposium internasional yang diselenggarakan oleh PORT (People of Remarkable Talent) ini.
Suara Riau di Pentas Dunia
Dalam IMS ke-8 yang mengusung tema besar “MUZIK RAKYAT: Dari Tradisi Desa ke Pentas Dunia”, Muhamad Fauzan akan menjadi panelis dalam Sesi 5 dengan sub-tema yang sangat relevan dan mendalam, yaitu:
”Muzik Rakyat, Identiti, dan Masyarakat Majmuk”
Kehadiran Fauzan, sebagai salah satu perwakilan dari Indonesia (seperti tertera pada dokumen resmi acara), dalam sesi ini sangatlah strategis.
Dengan latar belakangnya sebagai praktisi budaya di Riau sebuah wilayah dengan keberagaman dan kedalaman tradisi musik rakyat paparan Fauzan diharapkan akan memberikan wawasan baru mengenai bagaimana musik rakyat mampu mempertahankan identitasnya di tengah arus globalisasi, sekaligus berfungsi sebagai perekat sosial di masyarakat majmuk.
”Saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas undangan ini. Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi juga kesempatan luar biasa untuk menyuarakan kekayaan budaya Indonesia, khususnya dari Riau, di forum internasional,” ujar Muhamad Fauzan.
Diskusi mengenai identitas dan musik rakyat sangat krusial saat ini, dan saya antusias untuk bertukar pikiran dengan para pakar dari Malaysia dan Indonesia lainnya.
Jadwal dan Detail Acara
Simposium sesi Muhamad Fauzan akan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Ahad, 25 Oktober 2026
Waktu: 11.00 PG – 12.15 TGHR (waktu Malaysia)
Tempat: Bilik Bougainvillea 6, Ipoh Convention Centre (ICC)
Sesi ini terbuka untuk umum secara percuma (gratis), dan publik juga dapat mengikutinya melalui saluran siaran langsung jika tersedia. Keikutsertaan Fauzan dalam forum ini diharapkan dapat mempererat hubungan budaya antarnegara serumpun.
Dukungan:
Simposium ini diselenggarakan oleh PORT, bekerja sama dengan berbagai lembaga terhormat, termasuk JKKN (Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara), UNIFI, dan didukung oleh UNESCO City of Music untuk Bandar Kreatif.
Dan fauzan juga mendapatkan donasi dari beberapa Tokoh seperti Tengku Azwendi Fajri , Yayasan Palangka Project, Ensiklopedia Kampar dan Musik Tradisi Warisan Melayu.
Acara ini merupakan bagian dari inisiatif “2030 Perak Sejahtera” dan menjanjikan diskusi yang mendalam dan solutif bagi perkembangan musik rakyat.
(Racoon)


















