PEKANBARU, RIAUPRO.COM – Polemik pembentukan PB IKKS kembali memunculkan riak di kalangan mahasiswa Kuantan Singingi yang berada di Pekanbaru. Kali ini, Sekretaris Umum IPMAKUSI, Deki Irwan, menanggapi santai sekaligus penuh sindiran terkait pertemuan yang disebut digelar oleh Arman Lingga dan sejumlah pihak di salah satu warung kopi di Pekanbaru. Hal tersebut di sampaikan Deki Irwan melalu sambungan telfon WhatsApp, Kamis (14/05/2026).
Pertemuan yang dikabarkan mengumpulkan sejumlah mahasiswa dengan mengatasnamakan tokoh-tokoh Kuansing itu bahkan disebut disertai jamuan makan malam. Namun, usai kegiatan tersebut, beberapa mahasiswa yang hadir justru mendatangi Deki Irwan untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di dalam polemik IKKS tersebut.
Menurut pengakuan salah seorang mahasiswa, dirinya mengaku hanya ikut karena diajak makan bersama.
“Kami hanya diajak makan, siapa yang gak mau,” ujar salah seorang mahasiswa sambil tertawa kecil saat berbincang dengan Deki.
Tidak hanya itu, mahasiswa lainnya juga mengaku belum memahami secara utuh duduk persoalan polemik PB IKKS yang sedang berkembang.
“Kami gak tahu seperti apa kejadian sebenarnya. Jadi setelah abang ceritakan, kami barulah tahu, dan itu wajib kita perjuangkan yang abang sampaikan ini,” ungkap mahasiswa lainnya saat bertemu Deki di kawasan Marpoyan Damai, Pekanbaru, pada malam hari usai agenda yang dibuat Arman Lingga dan kawan-kawan.
Mendengar berbagai pengakuan tersebut, Deki Irwan justru merespons dengan tawa lepas. Ia menilai kondisi itu menunjukkan masih adanya mahasiswa yang belum mendapatkan informasi utuh terkait persoalan organisasi dan dinamika pembentukan PB IKKS.
“Ketidaktahuan mengantarkan kita kepada jurang pembodohan yang terstruktur,” tegas Deki Irwan sembari tertawa ngakak.
Deki juga menyayangkan apabila mahasiswa hanya dijadikan alat legitimasi untuk memperkuat agenda kelompok tertentu tanpa diberikan pemahaman menyeluruh mengenai substansi persoalan organisasi yang sebenarnya.
Menurutnya, mahasiswa seharusnya menjadi kelompok intelektual yang kritis dan mampu melihat persoalan secara objektif, bukan sekadar hadir karena undangan makan malam ataupun ajakan pertemuan tanpa mengetahui arah perjuangan yang dibawa.
Polemik pembentukan PB IKKS sendiri hingga kini masih menuai perdebatan di tengah masyarakat dan mahasiswa Kuansing. Sejumlah pihak menilai proses yang dilakukan sarat cacat prosedural dan minim keterbukaan, sementara pihak lainnya tetap bersikukuh bahwa pembentukan tersebut sudah berjalan sesuai agenda yang direncanakan.
Situasi ini diprediksi masih akan terus memanas seiring munculnya berbagai tanggapan dari tokoh mahasiswa maupun elemen masyarakat Kuansing di Pekanbaru.[]







